Selasa, 11 Februari 2014

Untukmu, FSPMI….


Oleh Kahar S Cahyono
Hari ini, 15 tahun yang lalu, sejarah itu dimulai. Serikat baru telah lahir. Kita memberinya nama: Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI).
Jika kalian pernah merasakan bagaimana sakitnya saat melahirkan, pastilah kalian akan menghargai kehidupan. Jika tidak, barangkali hal itu tersebab karena kelainan.
Menghargai kehidupan adalah dengan memastikan bahwa hari ini akan lebih baik dari hari kemarin.
Menghargai kehidupan adalah dengan memperjuangkan agar hari esok menjadi lebih sempurna dari hari yang sekarang: tumbuh dan berkembang.
Kita semua paham, kurun waktu 15 tahun bukanlah rentang yang panjang dalam sejarah kehidupan umat manusia yang konon sudah dimulai dari ratusan abad sebelumnya. Tetapi satu hal yang pasti, dalam kurun waktu 15 tahun itu, banyak hal yang sudah  kita perbuat untuk manusia dan kemanusiaan. Dan meskipun seringkali melakukannya dengan tertatih, dalam tahyun-tahun yang sudah kita lalui itu, kita tak pernah jemu menjadi ‘pembebas buruh yang tertindas’.
Kemenangan demi kemenangan telah kita cicipi manisnya. Ach, rupanya jalan hidup yang kita lalui tidak melulu soal kemenangan. Kekalahan pun pernah kita cicipi pahitnya. Tetapi tidak sampai meratap, bersikap apatis lalu menjadi tukang kritik tanpa melakukan tindakan nyata untuk memperjuangkan perubahan. Berhenti berjuang adalah sikap bodoh yang sempurna. Bagaimana tidak disebut kebodohan, jika secara sadar kita menghentikan harapan?
Perjuangan adalah nafas panjang untuk mewujudkan harapan.
Saya percaya, FSPMI tetaplah akan menjadi FSPMI. Ia bukanlah sosok sakti mandraguna yang bisa merubah carut marutnya hukum di negeri ini hanya dengan merapal mantra. Ia juga tidak bisa menyulap batu kali menjadi permata. Atau merubah situasi hubungan industrial yang pelik ini hanya dengan membalikkan telapak tangan.
FSPMI hanyalah sebuah organisasi serikat pekerja. Dan sebagai organisasi, anggota adalah nyawa yang menggerakkannya. Jika anggotanya memiliki integritas serta moral yang baik, baiklah organisasi ini. Tetapi jika integritas dan komitmen perjuangannya rusak, rusaklah organisasi ini. Mari kita bercermin. Apa kekurangan tubuh rupawan diusianya yang baru menginjak 15-an .
Barangkali kalian pernah mendengar istilah, “hangat-hangat tahi ayam.” Itu adalah gambaran bagi mereka yang hanya memiliki semangat pada awalnya saja. Pun demikian dengan berserikat. Jangan sampai semangat juang yang membara itu hanya ada disaat organisasi ini berusia muda. Pada tahun-tahun mendatang, semangat itu harus terus ditingkatkan. Sehingga kelak, masih akan ada satu generasi yang menulis catatan di website ini: Selamat HUT FSPMI Ke-150.
Tentu pada saat itu kita sudah tiada. Tetapi jejak kita pastilah akan menjelma nada.
Biarlah saya katakan disini. Betapa kita tidak akan pernah merisaukan hari-hari yang sudah terlewati. Biarlah itu menjadi bagian dari sejarah. Ia menjadi guru, pelajaran berharga untuk bergerak maju. Toch kita tidak hidup dimasa lalu. Dan karena itulah kita ingin memastikan roda organisasi ini bergerak kedepan.
Dirgahayu FSPMI. Jaya dan majulah selalu. (Kascey)
http://fspmi.or.id/untukmu-fspmi.html

Minggu, 02 Februari 2014

Said Iqbal: “Batalkan Penangguhan Upah Minimum”

Oleh Kahar S Cahyono

Baru-baru ini, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar mendesak para Gubernur agar mempercepat penetapan pelaksanaan penangguhan upah minimum 2014. Alasannya, agar pengusaha segera memiliki kepastian hukum untuk membayarkan upah buruh.
Berdasarkan data dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, hingga tanggal 30 Januari 2014 sudah ada 414 perusahaan yang mengajukan penangguhan upah minimum 2014. Data itu berasal dari enam Provinsi. Dari 414 perusahaan yang mengajukan  penangguhan, 177 perusahaan telah disetujui penangguhannya. Sebanyak 69 perusahaan telah ditolak pengajuan penangguhannya dan 161 perusahaan masih dalam proses serta tujuh perusahaan lainnya mencabut permohonan penangguhan.
Muhaimin menegaskan, perusahaan yang mengalami kesulitan untuk menyesuaikan kenaikan upah minimum dapat mengajukan permohonan penangguhan pelaksanaan upah minimum. Hal ini sebagaimana yang diatur dalam Keputusan Menteri (Kepmen) Nomor 231 /Men/2003 tentang Tata Cara Penangguhan Pelaksanaan Upah Minimum. Dalam Kepmen Nomor 231 /Men/2003 disebutkan, pengusaha yang tidak mampu membayar upah minimum dapat mengajukan penangguhan pelaksanaan upah minimum. Adapun permohonan diajukan oleh pengusaha kepada Gubernur melalui instansi yang bertanggung jawab dibidang ketenagakerjaan Provinsi. 
“Namun permohonan penangguhan tersebut harus sesuai dengan persyaratan dan didasarkan atas kesepakatan tertulis antara pengusaha dan pekerja/buruh atau serikat pekerja/serikat buruh melalui kesepakatan bipartit dan memenuhi persyaratan lainnya,” kata Muhaimin. Lebih lanjut Menakertrans menegaskan, “Yang perlu diingat penetapan upah minimum merupakan `social safety net` (jaring pengaman sosial) bagi pekerja lajang di bawah satu tahun, ini adalah upah yang paling rendah dan tidak boleh dilanggar oleh siapapun dan harus segera dibayarkan tepat waktu.”
Jika upah minimum untuk pekerja lajang dan memiliki masa kerja dibawah satu tahun, lantas bagaimana dengan pekerja yang sudah berkeluarga dan telah bekerja lebih dari satu tahun?
Menurut Muhaimin, penetapan besaran upah terhadap pekerja yang sudah berkeluarga dan memiliki masa kerja diatas satu tahun harus ditekankan pada kesepakatan secara bipartit di tingkat perusahaan masing-masing. Sedangkan pembahasan penetapan upah antara pengusaha dan pekerja/buruh itu dapat dilakukan dan diatur melalui PKB (perjanjian kerja bersama) dan PP (peraturan perusahaan).
* * *

Ditempat yang berbeda, Presiden FSPMI yang juga menjadi Presiden KSPI, Said Iqbal menyatakan kekecewaannya terhadap para Gubernur yang telah menyetujui penangguhan upah minimum terhadap 177 perusahaan. Menurut Iqbal, penangguhan tersebut merupakan bentuk kesalahan yang seharusnya tidak dilakukan. “Gubernur tidak memiliki empati kepada buruh,” ujar Iqbal.
Kekecewaan Said Iqbal sangat beralasan. Pada tahun 2013 yang lalu PTUN telah memenangkan gugatan buruh. Penanggguhan upah minimum dibeberapa perusahaan dibatalkan oleh PTUN, sehingga perusahaan tersebut harus membayar upah buruh sesuai dengan ketentuan upah minimum. Di Jawa Barat, misalnya, dari 259 perusahaan yang penangguhannya disetujui oleh Gubernur Jawa Barat, oleh PTUN Bandung yang dikabulkan hanya 47 perusahaan saja. Sementara di DKI Jakarta, ada 8 perusahaan yang disetujui penangguhannya oleh Gubernur Jokowi tetapi ditolak oleh PTUN Jakarta. Juga atas gugatan buruh.
Putusan PTUN Bandung dan PTUN Jakarta menunjukan, penangguhan upah minimum yang dilakukan pengusaha hanyalah akal-akalan untuk menghindar dari  membayar upah layak.
“Sayangnya para Gubernur kembali mengulang kesalahan yang sama di tahun 2014 ini dengan kembali menyetujui penangguhan terhadap 177 perusahaan,” sesal Iqbal. Untuk itu, Iqbal menegaskan, “KSPI bersama-sama dengan element buruh yang lain akan kembali melakukan gugatan ke PTUN untuk menolak penangguhan upah minimum.”
Dengan melakukan penangguhan, para Gubernur ini tidak mempunyai empati kepada buruh. Kita tahu, kenaikan upah minimum tahun 2014 sangat kecil. DKI Jakarta, misalnya, hanya naik 10 persen. Tetapi tetap saja Gubernur melakukan penangguhan. Tak bisa lagi dibantah: Gubernur pro upah murah.
Selain mengajukan gugatan ke PTUN, langkah-langkah yang akan dilakukan buruh untuk melawan upah murah adalah dengan mempersiapkan aksi 50 ribu orang buruh pada tanggal 12 Februari 2014. Tidak hanya tentang upah, bersama-sama dengan Komite Aksi Jaminan Sosial (KAJS), FSPMI-KSPI juga akan terus memperjuangkan agar tidak ada lagi orang yang ditolak berobat di rumah sakit.
Dalam waktu dekat, KSPI juga akan melakukan judicial review ke Mahkamah Agung  untuk mencabut Permenakertrans  Nomor 231 tentang Penangguhan Upah Minimum. Sehingga tidak boleh ada lagi penangguhan upah minimum bagi perusahaan (kecuali UMKM).
Dengan tegas Iqbal menegaskan, “Upah minimum adalah gaji minimal yang harus didapatkan buruh, supaya mereka tidak absolut miskin.”
Tidak hanya berhenti sampai disini. KSPI juga akan melapor kepada Polisi terhadap perusahaan yang melakukan penangguhan itu. Menurut Iqbal, perusahaan-perusahaan yang minta penangguhan upah minimum adalah perusahaan yang itu-itu juga. Kebanyakan mereka berasal dari Korea, Taiwan, dan Domestik. Padahal produknya berorientasi ekspor dan dijual dengan harga mahal. Perusahaan ini penangguhan upah minimumnya pada tahun 2013 sudah ditolak oleh PTUN. Tetapi tahun 2014 ini malah kembali meminta penagguhan kembali. Atas dasar itu, wajarlah jika kemudian buruh mempidanakan pengusaha yang tidak bersedia menjalankan peraturan perundang-undangan di Indonesia.
Mereka boleh berinvestasi di Indonesia. Tetapi jangan jadikan buruh Indonesia ‘budak’ di negerinya sendiri. (Kascey)
http://fspmi.or.id/said-iqbal-batalkan-penangguhan-upah-minimum.html

Senin, 20 Januari 2014

Bulan Depan FSPMI Rayakan HUT Ke-15


Februari, 15 tahun silam, barangkali menjadi momen yang tak terlupakan bagi para pendiri Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI). Ketika itu, panggung serikat buruh Indonesia mencatat sejarahbaru. Sejarah itu adalah terkait dengan diselenggarakan Musyawarah Nasional Luar Biasa Serikat Pekerja Logam, Elektronika dan Mesin (SP LEM) SPSI Reformasi, tepatnya pada tanggal 4 s.d 7 Pebruari 1999 di Garut- Jawa Barat. Adapun semangatnya adalah untuk mengkonsolidasi gerakan buruh reformis. Memurnikan kembali gerakan buruh di Indonesia sesuai cita-cita dan ciri universal gerakan buruh yang demokratis, independen, bebas dan representatif.
Kelak, peristiwa ini menjadi tonggak sejarah terbentuknya organisasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPMI)  yang kemudian ditetapkan sebagai Kongres Pertama.
Tanggal 6 Februari 1999, kemudian ditetapkan sebagai hari lahirnya FSPMI.
Perkembangan selanjutnya, pada tanggal 29 Agustus s.d 1 September 2001 diselenggarakan Kongres II SPMI di Lembang – Bandung. Kali ini, Kongres diselenggarakan untuk mengkonsolidasikan organisasi guna mencapai tujuan organisasi serta merespon secara kreatif tantangan dan hambatan multi dimensi yang dihadapi kini dan di masa depan yang antara lain menetapkan suatu kebijakan dan trategi  organisasi, yaitu memperkuat peran dan fungsi sekretaris jendral dan serikat pekerja anggota.
Untuk ituah, dalam Kongres Kedua ini,  SPMI yang bersifat Unitaris berubah menjadi federatif sebagai gabungan dari 5 (lima) Serikat Pekerja yaitu Serikat Pekerja Elektronik-Elektrik (SPEE); Serikat Pekerja Logam (SPL); Serikat Pekerja Automotif, Mesin dan Komponen (SPAMK); Serikat Pekerja Dok dan Galangan Kapal (SPDG); serta Serikat Pekerja Dirgantara (SPD) dengan otoritas Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga masing-masing.
Sekarang, FSPMI memiliki 6 (enam) Serikat Pekerja Anggota: Serikat Pekerja Elektronik-Elektrik (SPEE FSPMI); Serikat Pekerja Logam (SPL FSPMI); Serikat Pekerja Automotif, Mesin dan Komponen (SPAMK FSPMI); Serikat Perkapalan dan Jasa Maritim (SPPJM FSPMI); Serikat Pekerja Dirgantara (SPD FSPMI) dan Serikat Pekerja Aneka Industri (SPAI FSPMI).
* * *
Tanggal 15 Januari 2014 yang lalu, DPP FSPMI mengirimkan surat instruksi organisasi kepada seluruh perangkat organisasi se-Indonesia. Instruksi ini terkaitan dengan HUT FSPMI, pembukaan Rapat Pimpinan FSPMI 2014 dan aksi FSPMI yang akan diselenggarakan pada tanggal 12 Januari 2014.
Dalam surat instruksi nomor 01514/Org/DPP FSPMI/I/2014 itu ditegaskan, HUT FSPMI 2014 akan diperingati dengan aksi demonstrasi yang diikuti oleh anggota FSPMI untuk wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten.
“Aksi ini akan kita lakukan pada hari Rabu, tanggal 12 Pebruari 2014,” ujar Presiden FSPMI Said Iqbal saat memberikan penjelasan terkait dengan perkembangan BPJS di Tangerang, Banten.
Sehubungan dengan hal itu, DPP FSPMI telah mentargetkan jumlah peserta aksi sebagai berikut: Jakarta = 2.000 orang, Bogor = 3.500 orang, Depok = 1.000, Tangerang = 4.000 orang, Bekasi = 25.000 orang, Serang/Cilegon = 500 orang, Karawang = 3.500 orang, Purwakarta = 1.000 orang, dan Bandung Raya = 500 orang.
Direncanakan, peserta aksi akan berkumpul di bundaran Hotel Indonesia  pada pukul 09.30 Wib, kemudian bergerak/rally menuju istana Presiden. Dari Istana Negara RI, tepatnya pukul 13.00 Wib, seluruh anggota FSPMI peserta aksi bergerak menuju Istora Senayan. Disini, kegiatan selanjutnya adalah perayaan HUT FSPMI ke-15, pembukaan Rapim FSPMI Tahun 2014 dan pagelaran pentas seni buruh.
Said Iqbal menegaskan, ada dua isu utama yang diangkat dalam demonstrasi 12 Februari nanti adalah. Pertama, jalankan jaminan kesehatan seluruh rakyat. Tidak ada lagi rakyat termasuk buruh ditolak berobat di Rumah Sakit. Sedangkan isu yang kedua adalah,  naikan upah minimun 2015 sebesar 30% dan rubah komponen KHL menjadi 84 item.
Disaat belum semua serikat pekerja selesai merundingkan upah 2014, tutuntan agar upah tahun depan naik 30% tentu menarik. FSPMI percaya, bahwa upah adalah hak asasi. Karena itulah, ia harus diperjuangkan sepenuh hati. Tidak boleh lagi, perjuangan upah hanya menjadi perjuangan diakhir tahun. Perjuangan upah adalah perjuangan sepanjang tahun.
* * *
Terkait dengan aksi ini, PUK SPA FSPMI diwajibkan untuk berunding dengan Pihak Manajemen bahwa pada tanggal 12 Pebruari 2014 pekerja akan mengikuti aksi demonstrasi ke Istana Negara dan rangkaian
perayaan HUT FSPMI 2014. Karena itu, anggota FSPMI tidak bekerja dan hari kerjanya diganti pada hari lainnya.
Dalam mengikuti aksi ini, seluruh anggota dan perangkat FSPMI yang mengikuti rally wajib memakai jaket atau kaos/kemeja yang disablon logo FSPMI, membawa bendera FSPMI dan atribut
FSPMI lainnya.
“Tiap PUK SPA FSPMI diharuskan membawa minimal 20 bendera FSPMI ukuran besar dan puluhan bendera ukuran standar,” begitu diinstruksikan oleh DPP FSPMI.
Sedangkan acara syukuran HUT FSPMI Ke-15 untuk wilayah DKI Jakarta, Jawa barat, dan Banten akan diselenggarakan pada tanggal 6 Februari 2014 bertempat di Kantor FSPMI Kabupaten/Kota
Bekasi. Disini, selain menggelar syukuran, juga akan dilakukan peresmian kantor FSPMI Bekasi.
Sementara untuk daerah lain (diluar DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten), juga diinstruksikan untuk melakukan aksi serentak pada tanggal 12 Februari 2014 di masing-masing daerah. Aksi ini dibawah koordinasi DPW FSPMI dan KC FSPMI setempat, dengan mengangkat isu/tema yang sama.
Tak hanya itu, mulai tanggal 6 s/d 19 Pebruari 2014, setiap PUK SPA FSPMI di seluruh Indonesia
juga diwajibkan untuk memasang bendera dan spanduk ucapan “Selamat HUT FSPMI Ke-15” di pabriknya masing-masing. Sementara untuk, pada tanggal yang sama, KC/PC SPA FSPMI dan DPW FSPMI di seluruh Indonesia diharuskan memasang bendera FSPMI dan spanduk “Selamat HUT FSPMI Ke-15” di tempat-tempat strategis.
FSPMI memang masih muda. Baru 15 Tahun usianya. Tetapi diusia yang belia ini, FSPMI bertekad menjadi organisasi yang kuat dan disegani di Indonesia.
Dirgahayu FSPMI-ku…. (Kascey)
http://fspmi.or.id/bulan-depan-fspmi-rayakan-hut-ke-15.html?utm_source=feedburner&utm_medium=feed&utm_campaign=Feed%3A+websiteFSPMI+%28website+FSPMI%29&utm_content=FaceBook

Sabtu, 11 Januari 2014

Daftar Tempat Pendaftaran Kepesertaan BPJS


KANTOR PUSAT
Gedung Askes kantor pusat-baru
JL. Let.Jend. Suprapto
Cempaka Putih Kotak Pos 1391/JKT
Telp. 4212938, Fax. 4212940
Regional I – NAD dan Sumatera Utara
Jl. Karya No. 135 Medan 20117
Telp. (061) 6613317 Fax. (061) 6613082
Hotline Service : 0813 616 29868
Regional II – Riau Kepulauan Riau, Sumatera Barat dan Jambi
Jl. Jend. Sudirman No.3 Tangkerang Utara Pekanbaru 28282
Telp : (0761) 26980 / 7053539
Fax : (0761) 26522
Hotline Service : 0811 760 187
Regional III – Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, dan Lampung
Jl. R. Sukamto 8 ilir Kotak Pos 1128 Palembang 30114
Telp. (0711) 364224, 373720, 373721
Fax. (0711) 373722
Hotline Service : 0811 784 423
Regional IV – DKI Jakarta, Banten, dan Kalimantan Barat
Jl. Raya Pasar Minggu No. 17 Jakarta Selatan 12780
Kotak Pos 8114
Telp. (021) 7943239, 7943240
Fax. (021) 7946315
Hotline Service : 0815 887 7034
Regional V – Jawa Barat
Jl. Dr. Djunjunan No. 144 PO.BOX. 1617 Bandung 40163
Telp (022) 2013174
Fax. (022) 2001051
Hotline Service : 08112211966
Regional VI – Jawa Tengah dan DI. Yogyakarta
Jl. Teuku Umar No. 43 Semarang
Telp. (024) 8501429 -30, Fax. (024) 8315466
Hotline Service : 0812 2933 797
Regional VII – Jawa Timur
Jl. Raya Jemursari 234 PO. BOX. 268/SBS Surabaya 60299
Telp. (031) 8432541, Fax. (031) 8415550
Hotline Service : 0812 3099 748
Regional VIII – Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan
PT Askes (Persero) Regional VIII
Jalan Marsma Iswahyudi No 290 RT 47
Kelurahan Sepinggan – Balikpapan
Kalimantan Timur
Telepon (0542) 766238 Fax: (0542) 766421
Regional IX – Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara
Jl. Andi Pangerang Pettarani No. 78
Kotak Pos 1315 – Makassar 90013
Telp. (0411) 452416, 450439,
Fax. (0411) 444442
Hotline Service : 0812 411 5770
Regional X – Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara
Jl. Tololiu Supit No. 11 Manado 95119
Telp. (0431) 863565, Fax. (0431) 860796
Hotline Service : 0811 432 976
Regional XI – Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur
Jl. Raya Puputan Komplek Niti Mandala
Renon Denpasar 80232
Telp. (0361) 222206, Fax. (0361) 230060
Hotline Service : 0812 3656 089
Regional XII – Maluku dan Papua
Jl. Raya Kota Raja No. 46 PO. BOX 152
Abepura Jayapura 99225
Telp. (0967) 581638, 587268, 587864,
Fax. (0967) 581639
Hotline Service : 081344710000
Ambon
Jl. Ir. M. Putuhena – Wailela Rumah Tiga Ambon 97234
Telp : (0911) 3825199,
Fax : (0911) 38525200
Hotline service : 081 1472586
Banda Aceh
Jl. Cut Nyak Dhien No. 403 Lamteumen Banda Aceh 23351
Telp/Fax . (0651) 46705
Fax. (0651) 47268
Hotline Service : 0813 6062 9990
Bukit Tinggi
Jl. Prof. DR. Hamka No. 21 C Tarok Dipo Bukit Tinggi 26112
Telp : (0752) 22907
Fax : (0752) 31221
Hotline Service : 0812 6746 229
Batam
Komp. Regency Park Blok IV / 45 Pelita – Batam
Telp : (0778) 450985
Fax : (0778) 421989
Hotline Service : 0812 7798637
Bengkulu
Jl. Pembangunan No. 14 Bengkulu 38224
Telp : (0736) 341406,
Fax : (0736) 26785
Hotline Service : 0811 730 7696
Bandar Lampung
Jl. Zainal Abidin Pagar Alam No 35
Raja Basa Bandar Lampung 35144
Telp (0721) 700444,
Fax (0721) 701729
Hotline Service : 0811 796 100
Bandung
Jl. Pelajar Pejuang 45 No. 66 Bandung 40263
Telp : (022) 7317058, 7307734, 7305693, 7315572,
Fax : (022) 7307439
Hotline Service : 0812 2044 4445
Bogor
Jl. A. Yani No. 62 E Bogor
Telp : (0251) 8356538, 8356539,
Fax : (0251) 8317429
Hotline Service : 0812 858 2703
Bekasi
Jl. A. Yani (Ruko Bekasi Mas Blok C No. 2) Bekasi 17141
Telp : (021) 8847071,
Fax : (021) 88851929
Hotline Service : 0812 858 2705
Boyolali
Jl. Randu Asri Siswodipuran Boyolali
Telp : (0276) 321288
Fax : (0276) 325275
Hotline Service : 082 135 48 5050
Bojonegoro
Jl. Basuki Rahmat 65 A – Bojonegoro
Telp : (0353) 884908
Fax : (0353) 880306
Hotline Service : 0852 3258 1302
Banyuwangi
Jl. Letkol. Istiglah No. 93 Banyuwangi
Telp : (0333) 410644,
Fax : (0333) 410645
Hotline Service : 0813 3674 5464
Balikpapan
Jl. Blora I No. 3 – Balikpapan 76113 – Kalimantan Timur
Telp : (0542) 731864
Fax : (0542) 750507
Hotline Service : 0819 555 3226
Banjarmasin
Jl. A. Yani Km. 3 No. 139 Banjarmasin 70249 – Kalimantan Selatan
Telp. (0511) 3251204
Fax. (0511) 3261318
Hotline Service : 0812 5052 284
Barabai
Komplek Perum Bawan Permai RT 15 RW 05 Kel. Bukat, Barabai – Kalimantan Selatan
Telp : (0517) 41147
Fax : (0517) 42482
Hotline Service : 0812 5052 285
Bulukumba
Jl. Kenari No. Bulukumba
Telp : (0413) 81313
Fax : (0413) 81313
Hotline Service : 0812 4115 773
Bau Bau
Jl.Sultan Hasanuddin No.63 Bau-Bau Sulawesi Tenggara
Telp : (0402) 2702010, 2824047, 2826897
Fax : (0402) 2826898
Hotline Service : 0852 41741 695
Biak Numfor
Jl. Sriwijaya Kelurahan Mandouw – Biak PO. BOX. 144 Biak Numfor 98100
Telp : (0981) 21466
Fax : (0981) 26263
Hotline Service : 0811 4904 162
Bima
Jl. Kesehatan 2 raba Bima, Kab. Bima
Telp : (0374) 43174
Cirebon
Jl. R. Sudarsono No. 43 Cirebon 45134
Telp : (0231) 206097
Fax : (0231) 223571
Hotline Service : 0818 417 261
Cabang Khusus
Jl. Letjend. Suprapto, Cempaka Putih PO.BOX 1391/JKT Jakarta Pusat 10510
Telp : (021) 4212938 ext.171
Fax : (021) 4257441
Hotline Service Jamkesmen: 0813 837 90900,
Hotline ServiceJamkestama: 0821 1000 6550
Dumai
Jl. Jend. Sudirman No. 391 Dumai
Telp : (0765) 595988 , 7034568
Fax : (0765) 597989
Hotline Service : 0813 780 40402
Denpasar
Jl. D.I. Panjaitan No. 6 Niti Mandala Renon – Denpasar
Telp : (0361) 225057, 7451090
Fax : (0361) 224961
Hotline Service : 08123656531
Ende
Jl. Melati _ Ende
Telp : (0381) 21168
Fax : (0381) 21168
Hotline Service : 0813 339106543
Gorontalo
Jl. Nani Wartabone No. 58 Gorontalo 96112
Telp : (0435) 823000
Fax : (0435) 828905
Hotline Service : 0812 4422 767
Jambi
Jl. Zainir Havis No. 5 Kota Baru Jambi
Telp : (0741) 443516
Fax : (0741) 43093
Hotline Service : 0812 7305145
Jakarta Pusat
Jl. Proklamasi No. 94 A, Pegangsaan Jakarta Pusat 10320
Telp : (021) 3904093, 3904094, 3912586,
Fax : (021) 3912493
Hotline Service : 0812 8415 147
Jakarta Selatan
Jl. Raya Pasar Minggu No. 17 Graha Askes Lantai I &II Jakarta Selatan 12780
Telp : (021) 7946321,
Fax : (021) 7946322
Hotline Service : 0812 8415 148
Jakarta Timur
Jl. Balai Pustaka Timur No. 39 Blok B-10 Rawamangun – Jakarta Timur 13450
Telp : (021) 47869778,
Fax : (021) 47862347
Hotline Service : 0812 8415 149
Jakarta Barat
Jl. Palmerah Barat 353 Blok B No. 4-5 Jakarta Barat
Telp : (021) 5322630
Fax : (021) 5359933
Hotline Service : 0812 8415 124
Jakarta Utara
Jl. Enggano No. 94. C Tanjung Priok Jakarta Utara 14310
Telp : (021) 4302457
Fax : (021) 4373715
Hotline Service : 0812 8571582
Jember
Jl. Jawa No. 55 Jember 68121
Telp : (0331) 330268
Fax : (0331) 333882
Hotline Service : 0812 3478 139
Jayapura
Jl. Raya Kota Raja No 46 PO BOX 152 Abepura – Jayapura
Telp : (0967) 587331
Fax : (0967) 581426
Hotline Service : 0815 2706 1888
Kabanjahe
Jl. Letnan Rata Perangin-angin No.14A , Kabanjahe 22112
Telp. (0628) 21860, 22958
Fax. (0628)22958
Hotline Service : 0812 6448 675
Kota Bumi
Jl. Dahlia No. 117 Gapura Kotabumi 34512
Telp : (0724) 22658,
Fax : (0724) 328315
Hotline Service : 0812 796 5323
Karawang
Jl. Jend. A. Yani No. 85 (by pass) Karawang 41315
Telp : (0267) 402573,416206
Fax : (0267) 412556
Hotline Service : 0813 559 8890
Kudus
Jl. Bhakti No. 50 Kudus
Telp : (0291) 435587
Fax : (0291) 431506
Hotline Service : 0815 6579 258
Kediri
Jl. Mayjen. Sungkono No. 91 Kediri 64121
Telp : (0354) 690306,
Fax : (0354) 683005
Hotline Service : 0812 5905 194
Kendari
Jl.Mayjend S.Parman No.74 Kendari Sulawesi Tenggara
Telp : (0401) 3122050
Fax : (0401) 3124903
Hotline Service : 0813 4182 8928
Klungkung
Jl. Gajah Mada No. 55 a – Semarapura
Telp : (0366) 22767
Fax : (0366) 22767
Hotline Service : 0812 3655 206
Kupang
Alamat Sementara (sedang renovasi) :
Jl. Frans Seda – Kel. Fatululi
Telp : (0380) 831308
Fax : (0380) 822265
Gedung Kantor dengan alamat :
Jl. W.J. Lalamentik Oepoi – Kupang 85111
Telp : (0380) 831308, 832693
Fax : (0380) 821132
Hotline Service : (0380) 8030399, (0380) 8052401
Langsa
Jl. Prof. A. Majid Ibrahim No. 5 Sungai Pauh Langsa 24413
Telp. (0641) 23048,
Fax. (0641) 426002
Hotline Service : 0813 6170 1610
Lhokseumawe
Jl. Prof. A. Majid Ibrahim No. 5 Sungai Pauh Langsa 24413
Telp. (0641) 23048,
Fax. (0641) 426002
Hotline Service : 0813 6170 1610
Lubuk Linggau
Jl. Pembangunan – Komp. Perkantoran Pemda Taba Pingin – Lubuk Linggau 31621
Telp. (0733) 451848,
Fax. (0733) 451844
Hotline Service : 0812 711 62199
Luwuk
Jl. Imam Bonjol No.135 Km 2 Luwuk 94712
Telp : (0461) 21706,
Fax : (0461) 22764
Hotline Service : 081341141700
Meulaboh
Jl. Tgk Dirundeng No.38 Meulaboh 23615
Telp. (0655)7551126, 7000192
Fax. (0655) 7551127
Hotline Service : 0852 6031 2800
Medan
Jl. Karya No. 135 Medan 20117
Telp. (061) 6613317
Fax. (061) 6613082
Hotline Service : 0812 6436 711
Muara Bungo
Jl. Teuku Umar – Rimbo Tengah Muara Bungo 37214
Telp : (0747) 21139,
Fax : (0747) 321058
Hotline Service : 0812 730 5293
Metro
Jl. A. H. Nasution No. 123 D Kota Metro 34112
Telp : (0725) 45276
Fax : (0725) 45276
Hotline Service :0812 796 3224
Magelang
Jl. Gatot Subroto No. 2 Magelang 56172
Telp : (0293) 363985,
Fax : (0293) 361026
Hotline Service : 0815 6579 760
Madiun
Jl. Timor No. 6 Madiun 63116
Telp : (0351) 463324,
Fax : (0351) 494525
Hotline Service : 0812 591 4682
Malang
Jl. Tumenggung Suryo No. 44 Malang
Telp : (0341) 493026, 472080,
Fax : (0341) 493802
Hotline Service : 0815 5516 665
Muara Teweh
Jl. Ahmad Yani No.59 RT. 15 Kel. Malayu
Muara Taweh 73811 – Kalteng
Telp : (0519) 21762
Fax : (0519) 21762
Hotline Service : 08115016345
Makassar
Jl. Andi Pangerang Pettarani No. 78 (Lt. 1) Kotak Pos 1315 – Makassar 90013
Telp : (0411) 456057, 432804
Fax : (0411) 432804
Hotline Service : 0812 4115 771
Manado
Jl. Tololiu Supit No. 11 Tingkulu , Manado 95119
Telp : (0431) 867214
Fax : (0431) 844685
Hotline Service : 081340471000
Mataram
Jl. Bung Karno – Mataram 83231
Telp : (0370) 638313, 640737
Fax : (0370) 623794
Hotline Service : 081 33996 7777
Maumere
Jl. Wairklau Maumere – Maumere
Telp : (0382) 23747,23748
Fax : (0382) 23747 ext.106
Hotline Service: 081 339378847
Manokwari
Jl. Drs. Esau Sesa Kompleks Ruko Persada
Wosi Manokwari – Propinsi Papua Barat
Telp : 0986 – 211416
Hotline : 08114807733
Merauke
Jl. Brawijaya Merauke Provinsi Papua
Telp : (0971) 322216
Fax : (0971) 325459
Pematang Siantar
Jl. Perintis Kemerdekaan No. 7 Pematangsiantar 21116
Telp. (0622) 21088,
Fax. (0622) 28577
Hotline Service : 0622-7152752
Padang
Jl. Khatib Sulaiman No. 52 Padang
Telp : (0751) 7051180,
Fax : (0751) 7052526
Hotline Service : 0812 6746227
Pekanbaru
Jl. Jend. Sudirman No. 3 Pekanbaru 28282
Telp : (0761) 32004, 862878
Fax : (0761) 862880
Hotline Service : 0812 7522 553
Palembang
Jl. R. Soekamto 8 Ilir – Palembang
Telp : (0711) 355700, 359445
Fax : (0711) 355700
Hotline Service : 0812 730 8042
Pangkal Pinang
Jl. Taman Ican Saleh No.73 Pangkalpinang 33121
Telp. (0717) 421174
Fax. (0717) 437 827
Hotline Service : 0812 717 2879
Prabumulih
Jl. Jend. Sudirman Km. 6 Kel. Gunung Ibul – Prabumulih Timur , Prabumulih 31113
Telp : (0713) 7001031
Fax : (0713) 323949
Hotline Service : 0812 730 8045
Pekalongan
Jl. Singosari No. 1 Pekalongan
Telp. (0285) 433077
Fax (0285)433078
Hotline Service : 0811 2919 24
Purwokerto
Jl. Jend. Sudirman No. 925 Purwokerto 53146
Telp : (0281) 630217
Fax : (0281) 630217
Hotline Service : 0816 697 429
Pasuruan
Jl. Sultan Agung II No. 1 – Pasuruan
Telp : (0343) 427454,
Fax : (0343) 410320
Hotline Service : 0815 590 7177
Pamekasan
Jl. Raya Panglegur km. 02 – Pamekasan
Telp : (0324) 334450,
Fax : (0324) 333033
Hotline Service : 0821 4000 4500
Palangkaraya
Jl. Nyai Undang No.2 Palangkaraya 73111
Telp. (0536) 3222781
Fax. (0536) 3230331
Hotline Service : 0812 5052 286
Pontianak
Jl. Sultan Abdurachman No. 135 , Pontianak 78116
Telp : (0561) 733076
Fax : (0561) 739506
Hotline Service : 0813 451 73858
Pare Pare
Jl. Jend. Sudirman No. 105 Kotamadya Parepare 91122
Telp : (0421) 22395
Fax: (0421) 27927
Hotline Service : 0812 4115 776
Polewali
Jl. Dr. Ratulangi Poros Mamasa Polewali
Telp : (0428) 21294
Fax : (0428) 21513
Hotline Service : 0811 420 7996
Palopo
Jl. G.Torpedo No. 23 Palopo 91923
Telp : (0471) 22223
Fax : (0471) 22223
Hotline Service : 081355625000
Palu
Jl. Prof. Moh. Yamin No. 31 – Palu
Telp : (0451) 482394
Fax : (0451) 482670
Hotline Service : 0813 4136 9094
Padang Sidimpuan
Jl. SM Raja / Raja Ina Siregar Km 5,7
Baturadua No. 24, Padang Sidimpuan
Telp : (0635) 21132
Sibolga
Jl. DR.F.L. Tobing No. 5 Sibolga 22412
Telp. (0631) 24015
Fax. (0631) 25957
Hotline Service : (0631) 7005388
Solok
Jl. Dt Perpatih Nan Sabatang No. 32 A-B Solok 27322
Telp : (0755) 21094
Fax : (0755) 325366
Hotline Service : 0812 6746230
Sukabumi
Jl. Siliwangi No. 120-122
Telp : (0266) 218650,
Fax : (0266) 224945
Hotline Service : 0815 630 9037
Sumedang
Jl. R.A. Kartini No 07 Sumedang Po. Box 101
Telp : (0261) 203580
Fax : (0261) 204685
Hotline Service : 0888 2199 721
Semarang
Jl. Sultan Agung No. 144 Semarang
Telp : (024) 8447698,
Fax.:(024) 8505657
Hotline Service : 0815 6579791
Surakarta
Jl.KH. Agus Salim No. 2 Surakarta
Telp : (0271) 722593,
Fax : (0271) 732141
Hotline Service : 0815 6579 754
Surabaya
Jl. Raya Dharmahusada Indah No. 2 Surabaya
Telp : (031) 5947747
Fax : (031) 5997126
Sampit
Jl. MT. Haryono Barat No.199 Sampit – Kalimantan Tengah
Telp : (0531) 32432
Fax : (0531) 32097
Hotline Service : 0812 5052 287
Singkawang
Jl. Firdaus H. Rais No. 58, Singkawang
No.Telp : 0562-631922
No. Fax : 0562-637227
Hotline Service : 0812 9949 417
Sintang
Jl. G.C Oepang Oerai Desa Sungai Ana, BaningKabupaten Sintang
Telp: (0565) 22076
Fax : (0565) 22076
Hotline Service : 0812 5722 154
Samarinda
Jl. Sentosa No. 16 Samarinda 75127 – Kalimantan Timur
Telp : (0541) 736417, 7241566
Fax : (0541) 743579
Hotline Service : 0816 451 4695
Sorong
Jl. Sungai Maruni, km. 10 (masuk samping Ruko Jupiter) PO. BOX 158
Sorong Papua Barat
Telp : 0951-322122
Fax : 0951 – 329753
Hotline Service : 0811 485 934
Serang
Jl. Raya Pandeglang Km 3, Karundeng Serang
Telp : (0254) 229114
Fax : (0254) 8491444
Singaraja
Jl. Ngurahrai No.64, Singaraja
No. Telp : 0362 – 3437000
Fax : 0362 – 3437001
Tanjung Balai
Jl. Jend. Sudirman Km.3 no. 459 Pahang Tanjung Balai 21361
Telp/Fax : (0623) 93063
Hotline Service : 08116281320
Tangerang
Jl. Perintis Kemerdekaan II No. 2 Cikokol Tangerang
Telp : (021) 5527163
Fax : (021) 55795075
Hotline Service : 0812 858 2704
Tasikmalaya
Jl. Tanuwijaya No. 9 – Tasikmalaya 46131
Telp : (0265) 332314,
Fax : (0265) 328810
Hotline Service : 0812 2168 475
Tarakan
Jl. Kenanga RT 19 No.19 Kampung Bugis – Tarakan Kalimantan Timur
Telp : (0551) 51047
Fax : (0551) 34222
Hotline Service : 0812 5871 058
Ternate
Jl. Cempaka Maliaro Komplek RSUD Ternate
Telp : (0921) 3122289
Fax : (0921) 3123132
Hotline Service : 081356876876
Tondano
Jl. Walanda Maramis No. 154
Kel. Kendis Kec. Tondano Timur
Kab. Minahasa Sulawesi Utara 95613
Telp : (0431) 321235
Fax : (0431) 3321168
Hotline Service : 0811 430 8834
Watampone
Jl. HOS. Cokroaminoto No. 34 Watampone 92733
Telp : (0481) 22784
Fax : (0481) 23716
Hotline Service : 0812 4115 774
Waingapu
Alamat Sementara (sedang renovasi) :
Jl. Matawai Amahu, No. 71 Kel. Kambajawa Kec. Kota Waingapu
Telp : (0387) 61512
Fax : (0387) 61689
Hotline Service : 0813 5399 8349
Gd. Kantor dengan alamat :
Jl. Jend. Soeharto Kotak Pos 152, Waingapu 87112
Telp : (0387) 61512
Fax : (0387) 62975
Hotline Service : 0813 5399 8349
Yogyakarta
Jl. Gedong Kuning No. 130 A, Yogyakarta
Telp : (0274) 372712
Fax : (0274) 450602
Hotline Service : 0815 6579 780

Sabtu, 28 Desember 2013

BURUH MENDESAK KEKERASAN SAAT MOGOK NASIONAL SEBAGAI PELANGGARAN BERAT HAK AZASI MANUSIA


SIARAN PERS 24 DESEMBER 2013
BURUH MENDESAK KEKERASAN SAAT MOGOK NASIONAL SEBAGAI PELANGGARAN BERAT HAK AZASI MANUSIA
Ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) selasa (24 /12) berencana mendatangi kantor Komnas HAM pada pukul 10:00 wib untuk mendesak agar Komnas HAM segera membuat laporan kekerasan terhadap buruh saat Mogok Nasional sebagai tindakan pelanggaran Berat HAM. Hal ini dituntut oleh para buruh karena pada aksi Mogok Nasional 30 Oktober 2013 di kawasan Industri di Bekasi terjadi tindakan kekerasan dan ancaman Pembunuhan kepada para Buruh yang menjalankan HAK MOGOK.
Indikasi tindakan kekerasan dan pembunuhan berencana sudah mulai terlihat saat ASPELINDO (Asosiasi Pengusaha Limbah Indonesia) melakukan rapat konsolidasi awal di Hotel Grand Zuri Kabupaten Bekasi tanggal 26 Oktober 2013 yang dihadiri Muspida Bekasi dan ditindak lanjuti dengan pembuatan selebaran oleh ASPELINDO pada 27 Oktober yang intinya mengancam para buruh bila melakukan Mogok Nasional akan di BANTAI atau dibunuh. Pada 28 Oktober 2013 Aspelindo konvoi di kawasan industri Bekasi dan membubarkan para buruh yang sedang mensosialisasikan aksi Mogok yang merupakan Hak Para Buruh yang dilindungi oleh Undang-Undang Ketenagakerjaan dan Konvensi ILO .
Pada Mogok Nasional 30 Oktober 2013 terjadi penyerangan oleh kelompok preman bayaran yang diduga diorganisir oleh ASPELINDO saat itu pihak aparat Kepolisian Kabupaten Bekasi melakukan pembiaran akibatnya 28 pekerja mengalami luka luka (17 pekerja anggota FSPMI – KSPI) dan tiga pekerja mengalami luka sangat serius karena di bacok dengan golok ,ditusuk dengan klewang dan satu pekerja di pukul kepalanya dengan kampak sehingga harus dirawat lebih dari dua pekan di rumah sakit dan sampai hari ini satu orang masih menunggu operasi dikepalanya karena lukanya sangat dalam. Disamping itu ratusan motor para buruh juga rusak.
Selanjutnya masa buruh menuju Polda Metrojaya untuk mendesak pihak Kepolisian secepatnya melimpahkan berkas ke Kejaksaan sebelum tanggal 1 Januari 2014. Aksi dilanjutkan menuju ke Kejaksaan Agung untuk mendesak agar Kejaksaan melimpahkan kasus ini ke pihak Pengadilan.
Aksi yang sama juga dilakan oleh para buruh ke Kejaksaan Tinggi Jawa Barat dimulai pada jam 10.00 pagi.
Melihat lambannya kerja aparat penegak Hukum dalam menindak lanjuti laporan para buruh yang menjadi korban kekersan dan pembunuhan berencana maka dengan ini FSPMI mendesak :
1. Komnas HAM membuat laporan kekerasan dan pembunuhan berencana terhadap para buruh pada saat Mogok Nasional 30 Oktober 2013 sebagai pelanggaran HAM Berat.
2. Kepolisian dan Kejaksaan agar berkas kasus dilimpahkan ke Kejaksaan sebelum 1 Januari 2014.
3. Tangkap dan Penjarakan serta Adili Otak Penggerak (Aktor inteluktual) dan pelaku lapangan terhadap aksi kekersan terhadap pada buruh tersebut.
4. Bila sampai awal Januari 2014 belum ada tindakan konkrit dari para penegak hukum maka para Buruh akan kembali turun dengan jumlah puluhan ribu dan akan mendatangi Istana Presiden untuk meminta pertanggungjawabannya.
“USUT TUNTAS KASUS KEKERASAN MOGOK NASIONAL DEMI TEGAKNYA DEMOKRASI DI INDONESIA”

Rabu, 11 Desember 2013

Buruh Indonesia Mendukung Pemberantasan Korupsi


Beberapa waktu lalu, saat menjadi pembicara dalam seminar yang diselenggarakan oleh KSPI, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad menyampaikan, seandainya korupsi – khususnya disektor Migas – bisa diberantas, maka negara bisa menggaji setiap orang warga negara Indonesia  sebesar Rp. 30 Juta per bulan. Sebuah angka yang sangat besar. Hal ini mengingat, upah minimum di Indonesia saat ini hanya berada dalam kisaran angka Rp. 2 Juta.
“Oleh karena itu KSPI dan buruh Indonesia mendukung penguatan KPK sebagai lembaga pemberantasan korupsi demi Indonesia yang bersih dan sejahtera,” demikian disampaikan oleh Presiden KSPI Said Iqbal. Lebih lanjut Said Iqbal menjelaskan, buruh dan serikat buruh bersama KPK akan menjadi agen utama pemberantasan korupsi. Indonesia tanpa korupsi, adalah Indonesia yang tidak ada lagi kebijakan upah murah dan penggunaan buruh outsourcing.
Apakah ada relevansi antara pemberantasan korupsi dan berakhirnya era upah murah di Indonesia?
Jelas, ada.
Menurut Iqbal, saat ini masih banyak pengusaha yang suka membayar upeti (melalui jalur belakang) kepada para pejabat. Pungutan liar terjadi dibanyak lini. Inilah yang kemudian menyebabkan ekonomi berbiaya tinggi. Akibatnya, kesejahteraan rakyat (didalamnya adalah kaum buruh) menjadi taruhannya.
Bahkan Abraham Samad pernah menyampaikan, pada sektor tambang dan energi adalah satu wilayah yang diindikasi banyak kebocoran dan korupsi. Menurut orang nomor satu di KPK itu, hampir 50 persen perusahaan tambang yang melakukan eksploitasi dan eksplorasi mineral tak membayar royalti.
“Saat saya bertanya kepada mereka yang mengemplang pajak, jawab mereka sederhana, bahwa sogokan yang mereka berikan kepada pemerintah setempat besarnya jauh lebih besar dari royalti yang mereka setorkan,” ujar Abraham Samad.
Masih menurut Iqbal, dengan terberantasnya korupsi, maka akan ada cukup dana di APBN/APBD untuk menjalankan jaminan kesehatan nasional kepada seluruh rakyat per tanggal 1 Januari 2013 dan tidak perlu bertahap hingga tahun 2019 nanti. Kebocoran anggaran bisa ditekan, dan kemudian digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
“Tanpa korupsi, rakyat akan sejahtera. Negara ini bisa memberikan upah layak, jaminan kesehatan, jaminan pensiun, terhapusnya outsourcing sebagai perbudakan modern, pendidikan berkualitas dan murah, transportasi publik murah, perumahan murah, dan ketersediaan infrastruktur untuk investasi,” ujar Iqbal.
Oleh karenanya, tidak ada pilihan lain bagi buruh, selain mendukung dan berjuang bersama-sama KPK untuk melakukan pemberantasan korupsi.
Selamat Hari Anti Korupsi Internasional, 9 Desember 2013. (Kascey)

Sabtu, 30 November 2013

Evaluasi dan Bergerak Kembali

Tentu kita mengapresiasi langkah pihak Kepolisian yang telah mengamankan 10 orang perusakan, pengeroyokan dan penganiayaan buruh di Bekasi. Kita juga berharap, mereka yang bersalah akan mendapatkan hukuman yang setimpal. Bukan sebagai bentuk pembalasan dendam. Tetapi agar dikemudian hari, peristiwa seperti ini tidak akan terulang kembali.
“Kasusnya sudah masuk tahap pemberkasan. Sebentar lagi berkas rampung dan segera dilimpahkan ke pihak Kejaksaan,” ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, Jumat kemarin (29/11/2013) di Mapolda Metro Jaya.
Tetapi kita juga meminta, tak hanya pelaku lapangan yang ditangkap dan dijebloskan kedalam penjara. Aktor intelektualnya pun, juga harus dimintai pertanggungjawaban. “Dugaan kita, aktor intelektual dibalik peristiwa perusakan, pengeroyokan dan penganiayaan buruh di Bekasi pada saat berlangsungnya mogok nasional adalah Ketua dan Sekeratis ASPELINDO Hartono dan Budiyanto,” ujar Presiden Said Iqbal.
Seperti diketahui, di Jakarta, buruh kembali melakukan aksi besar-besaran pada tanggal 28 November 2013 kemarin. Secara umum, tuntutan aksi buruh pada hari Kamis itu ada dua: meminta upah layak dan meminta agar aktor intelektual kasus kekerasan terhadap buruh segera ditangkap.
Seperti tertuang dalam instruksi yang disampaikan DPP FSPMI, semula, buruh bermaksud melakukan Mogok Daerah selama 2 (dua) hari, yakni tanggal 28 dan 29 November 2013. Tetapi karena beberapa pertimbangan, akhirnya pelaksanaan Mogok Daerah tersebut ditunda pelaksanaannya, dan sebagai gantinya, buruh menggelar unjuk rasa ke Mabes Polri dan Kantor Gubernur DKI Jakarta.
Penundaan ini bukan berarti kita menganggap perjuangan upah telah selesai.
Sebagaimana yang dikatakan Iqbal, penundaan ini adalah untuk memberikan kesempatan kepada Pemerintah dan Polri untuk menindaklanjuti tuntutan buruh.
Disisi yang lain, penundaan ini juga menjadi media bagi kita untuk melakukan evaluasi terhadap semua hal yang sudah kita lakukan terkait dengan perjuangan ini. Dalam beberapa bulan ini, hampir merata diseluruh daerah, telah terjadi gelombang aksi unjuk rasa yang dilakukan kaum buruh.
Ada banyak kekurangan, tentu saja.
Banyak juga capaian yang kita dapatkan. Investasi penting dari semua ini adalah tumbuhnya kesadaran dibanyak daerah untuk bergerak. Perlawanan kita mulai merata dan tak hanya terpusat di Jabodetabek saja. Bersama-sama dengan Konsolidasi Nasional Gerakan Buruh (KNGB), kita bahkan bisa melakukan pemogokan di lebih dari 100 Kabupaten/Kota se-Indonesia. Sesuatu yang menggembirakan, ditengah perjuangan menuntut upah layak yang belum sesuai dengan harapan. (Kascey)

10 Tersangka Pengeroyokan Buruh di Bekasi Sudah Pemberkasan


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyidik Subdit Keamanan Negara (Kamneg) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya saat ini tengah memberkas kasus 10 tersangka perusakan, pengeroyokan dan penganiayaan yang dilakukan anggota ormas terhadap buruh di Cikarang Bekasi saat aksi mogok nasional, 31 Oktober 2013 lalu.
"Kasusnya sudah masuk tahap pemberkasan. Sebentar lagi berkas rampung dan segera dilimpahkan ke pihak Kejaksaan," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, Jumat (29/11/2013) di Mapolda Metro Jaya.
Rikwanto juga mengatakan, tak hanya menangani kasus tersebut, penyidik Kamneg juga menyidik 8 laporan buruh lainnya yang baru masuk dalam tahap penyidikan.
Dijelaskan Rikwanto, 8 laporan buruh tersebut terdiri dari 7 laporan yang dilimpahkan Mabes Polri dan 1 laporan yang memang dilaporkanburuh ke Polda Metro.
"Semua laporan kami sidik, pemeriksaan saksi-saksi terus dilakukan maraton. Kami serius menangani kasus ini," kata Rikwanto.
Untuk diketahui, kepolisian telah menangkap 10 orang tersangka kasus perusakan, pengeroyokan dan penganiayaan yang dilakukan anggota ormas terhadap buruh di Cikarang Bekasi saat aksi mogok nasional, 31 Oktober 2013 lalu.
Kabid Humas Polda Metro, Kombes Pol Rikwanto mengatakan dari 10 orang tersebut, 9 orang ditahan sementara satu tersangka lainnya tidak dilakukan penahanan namun tetap diproses hukum.
Satu tersangka yang tidak ditahan tersebut bernama Adi Susandi (AS). Susandi tidak ditahan lantaran dikenakan Pasal 406 KUHP yakniperusakan terhadap sepeda motor.
Pembacokan dan penganiayaan terjadi saat bentrokan antara ribuanburuh dengan sekelompok pemuda yang mengenakan atribut ormas Pemuda Pancasila (PP), di kawasan industri EJIP Plot 4 B1/B2, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Kamis (31/10/2013) lalu.
Kasus terbagi dalam tiga laporan polisi, dan kasusnya dilimpahkan ke Polda Metro Jaya. 10 orang yang diamankan serta LP yang dilimpahkan, yakni :
LP/1488/K/X/2013/Resta Bks tgl 31 Oktober 2013, dengan pasal 170 KUHP pengeroyokan dan 406 KUHP tentang perusakan, pelapor Fernando Siregar, lokasi kejadian di Depan Ruko Capitol Jababeka 2, diamankan satu orang atas nama Adi Susandi.
LP/1490/K/X/2013/Resta Bks tgl 31 Oktober 2013, pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan, pelapor adalah Joko Triyono, security PT Abacus di Kawasan EJIP, Cikarang, Bekasi, diamankan tiga orang, yakni Bambang, Ikron, dan Danio alias Peyang.
LP/725/Ciksel/K/X1/2013 tgl 1 Nop 2013, pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan pelapor Suprayitno, karyawan PT Enkei. Lokasi kejadian di PT Enkei kwsn Hyundai, diamankan enam orang, yakni Andi, Rembong, Edo, Tara, Iwan, dan Mulyadi.
Lebih lanjut, Bareskrim Mabes Polri melimpahkan 7 laporan aksi kekerasan pada buruh yang menjadi korban kekerasan saat mogok nasional ke Polda Metro Jaya.
Total Polda Metro menangani 8 laporan buruh yakni 7 laporan limpahan dari Mabes Polri dan laporan Serikat buruh dari FSPMI dan FBMI, dengan terlapor Asosiasi Pengusaha Limbah Indonesia (Aspelindo) ke Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, Kamis (21/11/2013) lalu.
Laporan-laporan yang dilaporkan buruh yakni terkait adanya dugaan tindak pidana percobaan pembunuhan, pengeroyokan, penganiayaan, pembiaran tindak kekerasan oleh aparat kepolisian, penghalangan mogok kerja, serta penghasutan.

Rabu, 27 November 2013

Buruh Masih Menuntut Upah Minimum Direvisi



Oleh Kahar S Cahyono

Akhirnya, hari ini FSPMI melakukan aksi ke Istana Negara, Balai Kota DKI Jakarta, dan Mabes Polri.
Semula, diseluruh daerah, rencananya FSPMI akan melakukan Mogok Daerah. Hal ini sesuai dengan Instruksi Dewan Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Nomor: 01456/Org/DPP FSPMI/XI/2013 tertanggal 25 November 2013 yang lalu. Namun setelah melalui berbagai rangkaian diskusi, akhirnya diputuskan aksi mogok daerah yang rencananya akan dilakukan secara serentak mulai hari ini ditunda pelaksanaannya.
Meskipun begitu, tidak seluruh daerah menunda pelaksanaan mogok daerah. Di Jakarta, misalnya, FSPMI tetap akan melakukan mogok daerah, bersama-sama dengan Forum Buruh DKI Jakarta.
“Mogok Daerah puluhan ribu buruh DKI Jakarta ini akan dipusatkan di Balai Kota DKI Jakarta, Kawasan Industri Pulo Gadung, Sunter, dan KBN Cakung,” demikian disampaikan oleh Infokom KSPI.
Keputusan untuk melakukan aksi unjuk rasa ke Jakarta, hari ini, seperti hendak menegaskan jika Gubernur DKI Jakarta Jokowi sebagai pelopor upah murah. Keputusan mantan Walikota Solo ini dengan memberlakukan upah minimum DKI Jakarta sebesar 2,4 juta menyebabkan daerah-daerah lain tersandera.
Terdapat 7 (tujuh) yang disampaikan dalam aksi yang akan diikuti 20 ribu buruh se-Jabodetabek ini:
1. Revisi Upah Minimum 2014 di Jabodetabek, Karawang, Serang, Cilegon, Bandung Raya, Jatim, Batam dan kota industri lainnya, sebesar Rp. 2,6 juta s/d 3 jutaan.
2. Cabut Inpres Nomor 09 Tahun 2013 tentang Pengaturan Upah Minimum
3. Cabut Permenakertrans Nomor 07 Tahun 2013
4. Revisi Permenakertrans Nomor 13 Tahun 2012 tentang 60 item KHL dan dirubah menjadi 84 item KHL.
5. Tolak penangguhan Upah Minimum dan penjarakan Pengusaha yang tidak membayar Upah Minimum.
6. Copot Kapolres & Kabag Ops. Polres Kabupaten Bekasi.
7. Tangkap dan penjarakan ”aktor kekerasan” terhadap buruh serta pelaku lapangan. Buruh menduga, aktor kekerasan terhadap buruh adalah Ketua dan Sekjend ASPELINDO, Hartono dan Budiyanto.  (*)

The Bekasi Police Chief Must Take Responsibility



By Kahar S Cahyono

On 31 October 2013, as promised, the workers of Indonesia held a simultaneous strike throughout Indonesia. Said Iqbal, the President of KSPI, emphasized that the strike was disciplined and peaceful. As many as two million workers in all of Indonesia held a national strike in 150 provinces, and generally the target of the strike was achieved. There are three provinces which have already reached agreement with the government.
However, the national strike action was marred by bloody violence. Dozens of workers were injured because they were attacked by preman (criminal gangs) in Bekasi and Karawang. The President of KSPI has demanded that the Kabupaten Bekasi Police Chief Kombes Isnaini be sacked from his position because it has been proven that the police deliberately ignored the actions of preman who were carrying beams, samurai swords, machetes, and committed acts of violence by stabbing, bashing and damaging workers’ vehicles.
Said Iqbal gave a deadline of 3 x 24 hours for the police to remove Kapolres of Kabupaten Bekasi from his position. If the Kapolres of Kabupaten Bekasi is not removed then the workers will surround the Bekasi police station. He said that the workers will stand up against this violence because it has stained the national strike which was otherwise conducted in a disciplined and peaceful way.
He emphasized, the people who are most responsible for this violence are the Pemuda Pancasila, IKAPUD and ASPELINDO the leaders of which are Hartono and Budianto because it is suspected that they are playing a game with the government and employers.
He explained that 17 people were seriously injured, while 11 people were slightly injured. According to him, 17 people are being treated at Hosana Medika Hospital in Cikarang, among them 2 people who have stab wounds in their left side, 5 people who were stabbed in the back, head and thigh, 1 person’s arm was broken, 2 people were stabbed in their left side 3 cm deep, 7 people were dragged and bashed with metal and wooden beams.
Meanwhile, related with the continuation of the strike tomorrow, there are two agendas which are planned. First, the mass will gather in the Pulo Gadung Industrial Zone and the plan is that 100 thousand workers will surround the Jakarta Governor’s office and demonstrate overnight to fight for the workers demands. This action is the final choice in the workers’ struggle, remembering that the road of dialogue has reached a dead end. (*)